Alquran-indonesia.com


m.berita8.com


 
surah / surat : Al-Hijr Ayat : 41
قَالَ
(Allah) berfirman
هَٰذَا
ini
صِرَٰطٌ
jalan
عَلَىَّ
atasKu/kepadaKu
مُسْتَقِيمٌ
yang lurus

قَالَ هٰذَا صِرَاطٌ عَلَىَّ مُسۡتَقِيۡمٌ‏ ﴿۴۱﴾  

qaala haadzaa shiraathun 'alayya mustaqiimun

41. Allah berfirman: "Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya) [800].

[800]. Maksudnya pemberian taufiq dari Allah s.w.t. untuk mentaati-Nya, sehingga seseorang terlepas dari tipu daya syaitan mengikuti jalan yang lurus yang dijaga Allah s.w.t. Jadi sesat atau tidaknya seseorang adalah Allah yang menentukan.
 
 
surah / surat : Al-Hijr Ayat : 42
إِنَّ
sesungguhnya
عِبَادِى
hamba-hambaKu
لَيْسَ
tidak
لَكَ
bagimu
عَلَيْهِمْ
atas mereka
سُلْطَٰنٌ
kekuasaan
إِلَّا
kecuali
مَنِ
orang
ٱتَّبَعَكَ
mengikuti kamu
مِنَ
dari
ٱلْغَاوِينَ
orang-orang yang sesat

اِنَّ عِبَادِىۡ لَـيۡسَ لَكَ عَلَيۡهِمۡ سُلۡطٰنٌ اِلَّا مَنِ اتَّبَـعَكَ مِنَ الۡغٰوِيۡنَ‏ ﴿۴۲﴾  

inna 'ibaadii laysa laka 'alayhim sulthaanun illaa mani ittaba'aka mina alghaawiina

42. Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.
 
 
surah / surat : Al-Hijr Ayat : 43
وَإِنَّ
dan sesungguhnya
جَهَنَّمَ
jahanam
لَمَوْعِدُهُمْ
sungguh dijanjikan kepada mereka
أَجْمَعِينَ
semuanya

وَاِنَّ جَهَـنَّمَ لَمَوۡعِدُهُمۡ اَجۡمَعِيۡنَۙ‏ ﴿۴۳﴾  

wa-inna jahannama lamaw'iduhum ajma'iina

43. Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya.
 
SEBAB TURUNNYA AYAT: Tsa'labi mengetengahkan sebuah hadis melalui Salman Al-Farisi, disebutkan bahwa tatkala Salman mendengar firman Allah swt. diturunkan, yaitu, "Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka semuanya." (Q.S. Al-Hijr 43). Maka Salman melarikan diri selama tiga hari tiga malam, karena ketakutan dan ia lakukan itu dalam keadaan tidak sadar, karena saking takutnya. Kemudian ia dihadapkan kepada Nabi saw. Nabi saw. menanyakan kepadanya tentang apa yang telah diperbuatnya itu, lalu Salman menjawab, "Wahai Rasulullah! Ketika ayat ini diturunkan, 'Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka semuanya.' (Q.S. Al-Hijr 43) Demi Tuhan yang telah mengutusmu dengan membawa perkara yang hak, sungguh ayat tersebut membuat hatiku terputus." Maka Allah menurunkan firman-Nya yang lain, yaitu, "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir)." (Q.S. Al-Hijr 45).
 
 
surah / surat : Al-Hijr Ayat : 44
لَهَا
baginya
سَبْعَةُ
tujuh
أَبْوَٰبٍ
pintu-pintu
لِّكُلِّ
bagi tiap-tiap
بَابٍ
pintu
مِّنْهُمْ
dari mereka
جُزْءٌ
golongan
مَّقْسُومٌ
bagian/tertentu

لَهَا سَبۡعَةُ اَبۡوَابٍؕ لِكُلِّ بَابٍ مِّنۡهُمۡ جُزۡءٌ مَّقۡسُوۡمٌ‏ ﴿۴۴﴾  

lahaa sab'atu abwaabin likulli baabin minhum juz-un maqsuumun

44. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.
 
 
surah / surat : Al-Hijr Ayat : 45
إِنَّ
sesungguhnya
ٱلْمُتَّقِينَ
orang-orang yang bertakwa
فِى
didalam
جَنَّٰتٍ
surga
وَعُيُونٍ
dan mata air

اِنَّ الۡمُتَّقِيۡنَ فِىۡ جَنّٰتٍ وَّعُيُوۡنٍؕ‏ ﴿۴۵﴾  

inna almuttaqiina fii jannaatin wa'uyuunin

45. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir).
 
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Ali bin Husain yang menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Bakar dan Umar, yaitu firman-Nya, "Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka." (Q.S. Al-Hijr 47). Lalu ada yang bertanya, "Dendam apakah itu?" Ali bin Husain menjawab, "Dendam jahiliah. Sesungguhnya Bani Tamim dan Bani Addi serta Bani Hasyim, di antara mereka terdapat permusuhan sewaktu zaman jahiliah. Ketika mereka masuk Islam mereka menjadi orang-orang yang saling mencintai. Pada suatu hari Abu Bakar sakit rematik, kemudian Ali segera menghangatkan tangannya, lalu ia usapkan ke pinggang Abu Bakar. Pada saat itu turunlah firman-Nya, yaitu ayat di atas tadi."
 
 
surah / surat : Al-Hijr Ayat : 46
ٱدْخُلُوهَا
masuklah kedalamnya
بِسَلَٰمٍ
dengan sejahtera
ءَامِنِينَ
aman

اُدۡخُلُوۡهَا بِسَلٰمٍ اٰمِنِيۡنَ‏ ﴿۴۶﴾  

udkhuluuhaa bisalaamin aaminiina

46. (Dikatakan kepada mereka): "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman [801]"

[801]. Sejahtera dari bencana dan aman dari malapetaka.
 
 
surah / surat : Al-Hijr Ayat : 47
وَنَزَعْنَا
dan Kami cabut/hilangkan
مَا
apa
فِى
didalam
صُدُورِهِم
dada/hati mereka
مِّنْ
dari
غِلٍّ
rasa dengki
إِخْوَٰنًا
bersaudara
عَلَىٰ
diatas
سُرُرٍ
dipan
مُّتَقَٰبِلِينَ
mereka berhadap-hadapan

وَنَزَعۡنَا مَا فِىۡ صُدُوۡرِهِمۡ مِّنۡ غِلٍّ اِخۡوَانًا عَلٰى سُرُرٍ مُّتَقٰبِلِيۡنَ‏ ﴿۴۷﴾  

wanaza'naa maa fii shuduurihim min ghillin ikhwaanan 'alaa sururin mutaqaabiliina

47. Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.
 
SEBAB TURUNNYA AYAT: Imam Thabrani mengetengahkan sebuah hadis melalui Abdullah bin Zubair yang menceritakan, bahwa pada suatu hari Rasulullah saw. bertemu dengan segolongan para sahabatnya, mereka sedang ketawa-ketawa. Lalu Nabi saw. bersabda menegur mereka, "Apakah kalian masih juga dapat tertawa sedangkan surga dan neraka disebutkan di hadapan kalian?" Setelah itu turunlah firman-Nya, "Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih." (Q.S. Al-Hijr 49-50). Ibnu Murdawaih mengetengahkan pula hadis yang sama dengan melalui sanad yang lain, yaitu melalui seorang lelaki dari kalangan sahabat Nabi saw. Sahabat itu menceritakan, bahwa pada suatu hari Rasulullah saw. menengok kami (para sahabat) dari pintu yang biasa dimasuki oleh orang-orang Bani Syaibah. Maka Rasulullah saw. bersabda, "Aku lihat kalian tertawa-tawa mengapa?" Setelah itu Nabi pergi tetapi mundur kembali, lalu bersabda, "Sesungguhnya sewaktu aku pergi, dan sampai di Hijr, tiba-tiba datanglah malaikat Jibril, lalu ia berkata, 'Hai Muhammad! Sesungguhnya Allah telah berfirman kepadamu, mengapa engkau berputus asa terhadap hamba-hamba-Ku? Maka kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.'"
 
 
surah / surat : Al-Hijr Ayat : 48
لَا
tidak
يَمَسُّهُمْ
menimpa mereka
فِيهَا
didalamnya
نَصَبٌ
kelelahan
وَمَا
dan tidak
هُم
mereka
مِّنْهَا
daripadanya
بِمُخْرَجِينَ
dengan dikeluarkan

لَا يَمَسُّهُمۡ فِيۡهَا نَـصَبٌ وَّمَا هُمۡ مِّنۡهَا بِمُخۡرَجِيۡنَ‏ ﴿۴۸﴾  

laa yamassuhum fiihaa nashabun wamaa hum minhaa bimukhrajiina

48. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya.
 
 
surah / surat : Al-Hijr Ayat : 49
نَبِّئْ
beritakanlah
عِبَادِىٓ
hamba-hambaKu
أَنِّىٓ
bahwasanya Aku
أَنَا
Aku
ٱلْغَفُورُ
Maha Pengampun
ٱلرَّحِيمُ
Maha Penyayang

نَبِّئۡ عِبَادِىۡۤ اَنِّىۡۤ اَنَا الۡغَفُوۡرُ الرَّحِيۡمُۙ‏ ﴿۴۹﴾  

nabbi/ 'ibaadii annii anaa alghafuuru alrrahiimu

49. Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
 
SEBAB TURUNNYA AYAT: Imam Thabrani mengetengahkan sebuah hadis melalui Abdullah bin Zubair yang menceritakan, bahwa pada suatu hari Rasulullah saw. bertemu dengan segolongan para sahabatnya, mereka sedang ketawa-ketawa. Lalu Nabi saw. bersabda menegur mereka, "Apakah kalian masih juga dapat tertawa sedangkan surga dan neraka disebutkan di hadapan kalian?" Setelah itu turunlah firman-Nya, "Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih." (Q.S. Al-Hijr 49-50). Ibnu Murdawaih mengetengahkan pula hadis yang sama dengan melalui sanad yang lain, yaitu melalui seorang lelaki dari kalangan sahabat Nabi saw. Sahabat itu menceritakan, bahwa pada suatu hari Rasulullah saw. menengok kami (para sahabat) dari pintu yang biasa dimasuki oleh orang-orang Bani Syaibah. Maka Rasulullah saw. bersabda, "Aku lihat kalian tertawa-tawa mengapa?" Setelah itu Nabi pergi tetapi mundur kembali, lalu bersabda, "Sesungguhnya sewaktu aku pergi, dan sampai di Hijr, tiba-tiba datanglah malaikat Jibril, lalu ia berkata, 'Hai Muhammad! Sesungguhnya Allah telah berfirman kepadamu, mengapa engkau berputus asa terhadap hamba-hamba-Ku? Maka kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.'"
 
 
surah / surat : Al-Hijr Ayat : 50
وَأَنَّ
Dan bahwa
عَذَابِى
azabKu
هُوَ
ia/adalah
ٱلْعَذَابُ
azab
ٱلْأَلِيمُ
sangat pedih

وَاَنَّ عَذَابِىۡ هُوَ الۡعَذَابُ الۡاَلِيۡمُ‏ ﴿۵۰﴾  

wa-anna 'adzaabii huwa al'adzaabu al-aliimu

50. dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.
 
SEBAB TURUNNYA AYAT: Imam Bazzar dan Imam Thabrani mengetengahkan sebuah hadis melalui Anas bin Malik r.a. yang menceritakan, bahwa pada suatu hari Nabi saw. lewat bertemu dengan segolongan orang-orang Mekah. Lalu mereka menunjuk-nunjukkan jari telunjuk mereka diarahkan lurus ke tengkuk Nabi saw. (dari belakangnya) seraya berkata, "Inilah orangnya yang mengaku-aku menjadi seorang nabi dan ditemani malaikat Jibril." Maka malaikat Jibril pun menunjukkan pula dengan jari telunjuknya ke arah mereka, maka pada saat itu juga badan mereka penuh dengan bisul, kemudian bisul itu mengeluarkan nanah yang berbau sangat busuk, sehingga tidak ada seorang pun yang berani mendekat kepada mereka. Maka pada saat itu juga turunlah firman-Nya, "Sesungguhnya Kami memelihara kamu dari kejahatan orang-orang yang memperolok-olokkan kamu..." (Q.S. Al-Hijr 95).