Alquran Online

Alquran-Indonesia.com

Quran Online terjemahan perkata,tajwid,latin dan asbabun nuzul
  • Jumlah Surat

    114

  • Jumlah Ayat

    6236

At-Taubah / Madinah (9:113)

مَا كَانَ لِلنَّبِىِّ وَالَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡاۤ اَنۡ يَّسۡتَغۡفِرُوۡا لِلۡمُشۡرِكِيۡنَ وَ لَوۡ كَانُوۡۤا اُولِىۡ قُرۡبٰى مِنۡۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمۡ اَنَّهُمۡ اَصۡحٰبُ الۡجَحِيۡمِ‏ ﴿۱۱۳﴾  

113. Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.

maa kaana lilnnabiyyi waalladziina aamanuu an yastaghfiruu lilmusyrikiina walaw kaanuu ulii qurbaa min ba'di maa tabayyana lahum annahum ash-haabu aljahiimi

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Said bin Musayyab dari ayahnya, yang menceritakan, bahwa sewaktu Abu Thalib sedang menghadapi kematiannya, masuklah Rasulullah saw. menjenguknya. Pada saat itu di sisi Abu Thalib telah ada Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umayyah. Kemudian Rasulullah saw. bersabda, "Wahai paman! Katakanlah tiada Tuhan selain Allah (laa ilaaha illallaah), kelak aku akan membelamu dengannya di hadapan Allah." Abu Jahal dan Abdullah bin Umayyah berkata, "Hai Abu Thalib! Apakah engkau tidak menyukai agamanya Abdul Muththalib?" Kedua orang tersebut masih terus berbicara kepada Abu Thalib, sehingga pada akhirnya Abu Thalib mengatakan kepada mereka bertiga, bahwa dia berada pada agamanya Abdul Muthalib." Maka Rasulullah saw. bersabda, "Aku sungguh akan tetap memohonkan ampun buatmu selagi aku tidak dilarang melakukannya buatmu." Maka turunlah firman-Nya, "Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik..." (Q.S. At-Taubah 113). Dan ayat berikut ini diturunkan berkenaan dengan Abu Thalib pula, yaitu, "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi..." (Al-Qashash 56). Makna lahiriah ayat ini menunjukkan bahwa ayat ini diturunkan di Mekah (padahal ayat ini termasuk Madaniah). Imam Tirmizi mengetengahkan sebuah hadis dan dia menilainya sebagai hadis yang hasan (baik), dan Imam Hakim meriwayatkan pula hadis yang sama, yang kedua-duanya bersumberkan dari Ali r.a. Ali r.a. menceritakan bahwa aku pernah mendengar seorang lelaki memohonkan ampun buat kedua orang tuanya, sedangkan kedua orang tuanya adalah orang musyrik. Lalu aku berkata kepadanya, "Apakah engkau memintakan ampun buat kedua orang tuamu, sedangkan mereka berdua adalah orang musyrik?" Lalu lelaki itu menjawab, "Nabi Ibrahim telah memintakan ampun bagi ayah (paman)nya sendiri, sedang dia adalah orang musyrik." Ali r.a. melanjutkan kisahnya, kemudian aku ceritakan peristiwa itu kepada Rasulullah saw. maka pada saat itu juga turunlah firman-Nya, "Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik..." (Q.S. At-Taubah 113). Imam Hakim dan Imam Baihaqi di dalam kitab Ad-Dalailnya, serta orang-orang lainnya mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Masud r.a. yang menceritakan, bahwa pada suatu hari Rasulullah saw. keluar untuk pergi ke kuburan. Kemudian Rasulullah saw. duduk di sebelah salah satu kuburan, lalu beliau bermunajat di kuburan itu cukup lama. Setelah itu Rasulullah saw. menangis, maka aku pun menangis, karena terpengaruh oleh tangisan beliau. Selanjutnya Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya kuburan yang aku duduk di sisinya tadi adalah kuburan ibuku. Aku meminta izin kepada Allah supaya aku diberi izin untuk mendoakannya, akan tetapi Dia tidak mengizinkan." Maka pada saat itu turunlah firman-Nya, "Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik..." (A-Taubah 113). Imam Ahmad dan Ibnu Murdawaih keduanya mengetengahkan sebuah hadis, yang lafalnya berasal dari Imam Ahmad, dengan melalui hadisnya Buraidah. Buraidah menceritakan, bahwa ketika saya sedang bersama dengan Nabi saw. dalam suatu perjalanan, tiba-tiba beliau berhenti di Asfan. Lalu Rasulullah saw. melihat kuburan ibunya untuk itu beliau berwudu terlebih dahulu kemudian membacakan doa dan terus menangis. Setelah itu beliau bersabda, "Sesungguhnya aku telah meminta izin kepada Rabbku supaya diperkenankan memintakan ampun buat ibuku, akan tetapi Dia melarangku." Maka pada saat itu turunlah firman-Nya, "Tiada sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik..." (Q.S. At-Taubah 113) Imam Thabrani dan Ibnu Murdawaih keduanya mengetengahkan pula hadis yang serupa melalui Ibnu Abbas r.a. Disebutkan di dalam hadisnya bahwa hal tersebut terjadi sewaktu Rasulullah saw. kembali dari medan Tabuk kemudian beliau berangkat ke Mekah untuk tujuan umrah lalu beliau berhenti di Asfan. Hafidz Ibnu Hajar memberikan komentarnya, bahwa adakalanya penuturan ayat ini mempunyai banyak penyebab, yaitu peristiwa mengenai Abu Thalib, peristiwa mengenai Siti Aminah (ibu Nabi saw.) dan kisah mengenai Ali r.a. serta orang-orang lainnya. Kesemuanya menunjukkan bermacam-macam sebab nuzulnya.

Ar-Ra'd / Madinah (13:18)

لِلَّذِيۡنَ اسۡتَجَابُوۡا لِرَبِّهِمُ الۡحُسۡنٰىؔ‌ؕ وَالَّذِيۡنَ لَمۡ يَسۡتَجِيۡبُوۡا لَهٗ لَوۡ اَنَّ لَهُمۡ مَّا فِى الۡاَرۡضِ جَمِيۡعًا وَّمِثۡلَهٗ مَعَهٗ لَافۡتَدَوۡا بِهٖؕ اُولٰۤٮِٕكَ لَهُمۡ سُوۡۤءُ الۡحِسَابِ ۙ وَمَاۡوٰٮهُمۡ جَهَـنَّمُ‌ؕ وَبِئۡسَ الۡمِهَادُ‏ ﴿۱۸﴾  

18. Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhannya, (disediakan) pembalasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan Tuhan, sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu. Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.

lilladziina istajaabuu lirabbihimu alhusnaa waalladziina lam yastajiibuu lahu law anna lahum maa fii al-ardhi jamii'an wamitslahu ma'ahu laiftadaw bihi ulaa-ika lahum suu-u alhisaabi wama/waahum jahannamu wabi/sa almihaadu

1
Doni Maulana
Alquran-Indonesia.com
Situs Alquran online Indonesia

Juz Dalam Quran

TOP 10 Peserta Khatam Quran online 2017
Situs rekomendasi lain 2 sites
Nama Manfaat
House of Quran Situs ini sangat bermanfaat untuk pemula yang ingin belajar mengaji secara online,dilengkapi dengan tuntunan suara ayat demi ayat
Quran terjemah Situs ini sangat bermanfaat bagi yang ingin memperdalam ilmu tajwid
Database sql Kumpulan database sql alquran dunia

Do you want to logout?